“Para Perasuk” Hadirkan Emosi Tak Biasa, Tawarkan Makna Ambisi dan Berdamai dengan Diri

0
IMG_20260417_211549

Metro-X, Jakarta.— Film terbaru karya sutradara Wregas Bhanuteja, Para Perasuk, siap menyapa penonton Indonesia mulai 23 April 2026 di bioskop. Film ini menjadi salah satu karya yang paling dinantikan tahun ini karena menghadirkan pendekatan berbeda dalam menampilkan emosi manusia melalui konsep yang tidak biasa: kerasukan.

Dalam Para Perasuk, emosi manusia seperti ambisi, trauma masa lalu, hingga proses berdamai dengan diri sendiri dituangkan dalam bentuk “pesta kerasukan”. Alih-alih menyeramkan, kerasukan dalam film ini justru menjadi simbol pelepasan beban emosional sekaligus bentuk pelarian yang menyenangkan bagi para karakternya.

Wregas Bhanuteja menjelaskan bahwa film ini berangkat dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.“Film ini berbicara tentang obsesi seseorang. Tokoh utamanya, Bayu, ingin menjadi perasuk terbaik, tetapi ia justru menghadapi konflik ketika desanya terancam digusur. Ambisi itu kadang membuat kita lupa pada orang-orang terdekat,” ujar Wregas.

Film ini sebelumnya telah menjalani world premiere di Sundance Film Festival 2026 dan melanjutkan perjalanannya ke berbagai festival internasional, seperti Miami Film Festival, Fantaspoa Brasil, MSPIFF Amerika Serikat, hingga MOOOV Belgia. Antusiasme juga terlihat di dalam negeri, di mana penayangan terbatas (early screening) di 14 kota Indonesia berhasil sold out.

Diproduksi oleh Rekata Studio, Para Perasuk dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Chicco Kurniawan, Bryan Domani, Indra Birowo, dan Ganindra Bimo.Angga Yunanda, yang memerankan tokoh Bayu, mengaku sangat terhubung secara emosional dengan karakter yang ia mainkan.

“Film ini sangat manusiawi. Ceritanya tentang anak muda yang mencari jati diri dan berambisi menjadi yang terbaik. Itu sangat dekat dengan pengalaman saya pribadi,” ungkap Angga.

Sementara itu, Maudy Ayunda melihat film ini sebagai pengalaman baru dalam kariernya. Ia memerankan Laksmi, karakter yang mengalami proses kerasukan sebagai bentuk ekspresi batin.

“Peran ini mengajarkan saya untuk melepas kontrol dan lebih mengandalkan intuisi. Film ini terasa magical sekaligus sangat personal,” kata Maudy.

Hal menarik lainnya dari film ini adalah pendekatan artistik dan koreografi yang unik. Wregas bekerja sama dengan koreografer Siko Setyanto untuk menciptakan gerakan-gerakan orisinal yang merepresentasikan berbagai lapisan emosi seperti ketakutan, cinta, dan keinginan.

Aktris Anggun, yang memerankan Guru Asri, menilai pendekatan Wregas selalu menghadirkan perspektif baru.

“Setiap filmnya punya isu sosial yang kuat dan membuat kita merefleksikan diri. Harapannya, Para Perasuk juga meninggalkan kesan mendalam bagi penonton,” ujarnya.

Film ini juga menyuguhkan berbagai adegan tak terduga, mulai dari Angga Yunanda yang harus melata seperti lintah, Maudy Ayunda menari tanpa alas kaki layaknya perasuk, hingga adegan ritual yang sarat nuansa magis.

Sinopsis SingkatBerlatar di Desa Latas, Para Perasuk mengisahkan tentang tradisi pesta kerasukan yang menjadi bagian dari kehidupan warga. Ketika sumber mata air keramat terancam digusur, Bayu bertekad menjadi perasuk utama demi menyelamatkan desanya. Namun, ia menyadari bahwa ambisi saja tidak cukup untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan balutan drama-fantasi yang segar dan penuh makna, Para Perasuk tidak hanya menawarkan pengalaman visual yang berbeda, tetapi juga refleksi mendalam tentang manusia—tentang ambisi, luka, dan perjalanan menemukan kebahagiaan.

Film Para Perasuk akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *